Kontribusi Mahasiswa Radiologi UNAIR dalam Agenda Regional Asosiasi Profesi Radiografer

Mahasiswa D4 Teknologi Radiologi Pencitraan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga berkontribusi dalam acara WORKSHOP NASIONAL RADIOGRAFER DAN MUSDA KE-IX PARI PENGDA JAWA TIMUR. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 21 Oktober 2023. Acara tersebut mengangkat tema “Artificial Intelligence for Radiographer” yang diselenggarakan di Harris Hotel & Convention Gubeng Surabaya. Diselenggarakannya acara ini tujuan utamanya untuk memilih Ketua PARI Pengda Jawa Timur periode 2023-2027 dan juga untuk membahas Undang Undang No 17 tahun 2023 tentang kesehatan. Pada kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Perhimpunan Radiografer Indonesia (PARI) Pusat maupun PARI Jawa Timur, serta pengurus cabang di seluruh kabupaten dan kota di provinsi Jawa timur. 

Pada pembukaan acara, mahasiswa radiologi ikut serta berkontribusi dalam penampilan tari “Irama Nusantara” dalam rangka menyambut para tamu undangan yang hadir. Kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne PARI dan Mars PARI. Sesi pembukaan ini dilanjutkan dengan sambutan-sambutan mulai dari ketua umum PP PARI, Bapak Dr. H. Sugiyanto, S.Pd., M.App.Sc(MRI) beserta jajarannya, hingga sambutan Gubernur Jawa Timur, Ibu Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si. 

Rangkaian acara dilanjutkan dengan pemaparan produk dari beberapa mitra yang memberi dukungan atas jalannya acara. Disediakan sesi coffee break untuk seluruh tamu undangan yang hadir di akhir acara. Acara ini juga dimeriahkan dengan dirayakannya Ulang Tahun PARI ke 67, dengan acara pemotongan tumpeng yang dipimpin oleh Ketua Pengda PARI Jawa Timur, R. Moh. Halil. A Md.Rad., S. T., M.Kes. Kemudian acara ini dilanjutkan dengan pemaparan materi “Dampak UU Kesehatan Bagi radiografer Indonesia” oleh Dr.H.Sugiyanto, S.Pd., M.App.Sc(MRI)

Undang-Undang 17 Kesehatan mengatur tentang kesehatan dengan menetapkan batasan istilah yang digunakan dalam pengaturannya. UU ini berisi mengenai ketentuan umum, hak, dan kewajiban, tanggung jawab pemerintah pusat dan pemerintah daerah, penyelenggara kesehatan, upaya kesehatan, dan fasilitas pelayanan kesehatan. Peraturan profesi di bidang kesehatan diatur dalam Undang-Undang nomor 17 tentang Kesehatan yang tentunya juga melibatkan radiografer. Kemudian UU 17 juga mengontrol persyaratan praktik klinis dalam penyediaan layanan kesehatan, termasuk layanan radiologi. Selain itu, terdapat undang-undang yang mengatur hak pasien, keselamatan pasien, dan kode etik profesi. Sebagai radiografer diharapkan untuk memahami segala aspek tersebut. 

Penutupan acara ini diakhiri dengan  sesi dokumentasi oleh seluruh peserta undangan dan mahasiswa radiologi UNAIR. Para peserta sangat antusias dalam acara ini karena dikemas dengan sangat asik dan mengesankan. Banyak sekali dari peserta mahasiswa dan radiografer yang bertanya serta banyak juga doorprize yang dibagikan untuk peserta yang aktif.

Harapannya dengan kegiatan ini, Perhimpunan Radiografer Indonesia akan lebih akrab dan membawa PARI lebih WANI yang sesuai dengan slogan untuk PARI. Serta menambah pengetahuan bagi mahasiswa D4 Teknologi Radiologi Pencitraan dalam dunia radiologi khususnya terkait perkembangan teknologi menggunakan Artificial Intelligence. 

Diakhir acara, malam harinya ada prosesi pemilihan ketua PARI Pengda Jawa Timur periode 2023-2047 yang dimenangkan  oleh bapak 

Penampilan tari “Irama Nusantara” oleh Mahasiswa Radiologi
Pemaparan materi “Dampak UU Kesehatan Bagi radiografer Indonesia”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *